Indonesia | English
 
Indonesian Student and Youth Forum

Tentang Kami

Sejarah Singkat

2008 / Pendirian

Pada tahun 2008 sekelompok anak muda alumni kegiatan International Youth Forum (IYF) 2008, untuk pertama kalinya menjadi kegiatan internasional kepemudaan yang dihadiri oleh lebih dari 38 negara di dunia. IYF lahir dari kesadaran dan hasil diskusi panjang kurang lebih satu tahun enam orang anak muda yaitu A. Fajar Kurniawan, Ahmad K. Umam, Abdullah Al-Wazin, Favor Adelaide, Khusnul Khitam, dan A.Fikri Arief yang pada saat itu datang dari beragam latar belakang suku, agama, pendidikan dan profesi merasa sudah saatnya kita menjadi tuan rumah kegiatan-kegiatan kepemudaan berskala internasional.

Keenam anak muda tersebut selama ini hanya diundang untuk hadir sebagai peserta, pembicara dan fasilitator pada kegiatan kepemudaan di luar negeri. Pertanyaan pun muncul pada diri mereka. Apa kurangnya SDM kita? Apa kurangnya kekayaan negara kita? Mengapa kita tidak berani mengambil peran menjadi tuan rumah yang mengundang seluruh anak muda dunia?. Atas dasar motivasi tersebut, akhirnya dengan dukungan banyak pihak IYF 2008 terlaksana dengan baik. Setelah kegiatan tersebut keenam anak muda tersebut kembali ke profesi dan komunitasnya masing-masing. Namun demikian, berbeda dengan A. Fajar Kurniawan, sebagai lokomotif gerakan IYF 2008 merasa perlu untuk membuat suatu wadah yang pada saat itu difokuskan pada kegiatan-kegiatan kepemudaan.

Atas dukungan dari bapak Marzuki Usman dan teman-teman alumni panitia IYF 2008, maka dibentuklah Komunitas Hijau (Green Community) Indonensia. Ditengah perjalanan dan track record positif dalam berbagai program, komunitas tersebut mendapat banyak dukungan baik materil dan nonmateril sehingga beragam kegiatan banyak dilaksanakan. Sampai akhirnya komunitas tersebut dalam perjalanannya terus mengalami perkembangan.

2009 / Penguatan Kelembangaan & Pengembangan SDM

Keberadaan Komunitas Hijau (Green Community) Indonesia (KHI) sebagai Lembaga Swadaya Masyarakat terus mengalami pertumbuhan. Namun demikian, salah satu kendala yang dihadapi adalah bahwa dari segi nama komunitas hijau selalu diasosiasikan dengan komunitas yang bergerak dibidang lingkungan hidup. Tidak dapat dipungkiri bahwa bidang lingkungan hidup adalah salah satu kegiatan yang menjadi program prioritas, namun demikian kegiatan-kegiatan dalam bidang pendidikan, dan kebudayaan juga bagian dari program komunitas.

Program-program diluar bidang lingkungan seperti gerakan I Love Museum, Peace Education, gerakan I Love NKRI, kewirausahaan pemuda, berbagai pelatihan dan program-program pemberdayaan potensi anak muda terus dilakukan. Sampai pada akhirnya atas permitaan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga, Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Olahraga dan Pemuda, Komunitas Hijau diminta untuk menjadi inisiator pelaksanaan Asean University Student Conference tentang kebudayaan. Namun demikian, permasalahan yang muncul adalah nama Komunitas Hijau dinilai terlalu sempit untuk mewadahi kegiatan tersebut. Akhirnya A.Fajar Kurniawan bersama dengan anak muda yang lain yang masih aktif dan semangat mengembangkan gerakan kepemudaan mendirikan Center for Youth Empowerment and Development (CYEODE) untuk menyelenggarakan kegiatan tersebut.

Kegiatan tersebut berjalan sukses dan mendapat banyak apresiasi serta dukungan dari berbagai pihak baik pememeritah, korporasi, media dan kalangan masyarakat sipil. Setelah kegiatan tersebut CYEODE dan KHI melaksanakan Forum Pelajar Indonesia, sebuah kegiatan yang mengundang para pelajar terbaik se-Indonesia untuk melaksanakan serangkaian kegiatan yang bertujuan mempertemua\kan pelajar dengan seluruh stake holder, khususnya para pemegang kebijakan di tingkat pusat.

2010 / Kreativitas & Inovasi

Tahun 2010 KHI, CYEODE dan Forum Wawasan Kebangsaan (FWK) kembali menyelenggarakan Forum Pelajar Indonesia II. Kegiatan tersebut semakin besar dari tahun sebelumnya. Disamping itu, kegiatan-kegiatan lain juga banyak menginspirasi arah gerakan kami, seperti International Youth Camp 2010, Gerakan Save Our Planet, dan kegiatan-kegiatan rutin lainnya. Beragam aktivitas yang secara berkelanjutan dilaksanakan, luasnya jaringan yang dimiliki serta semakin besarnya dukungan dari bérbagai pihak telah menjadikan ketiga lembaga tersebut di atas berkembang pesat.

Namun demikian permasalahan yang muncul adalah memperjelas segmen gerakan. Berdasarkan hasil riset dan pengalaman sebelumnya, maka diputuskan bahwa kedepan kelompok usia 15-27 tahun sebagai sasaran dari semua programnya. Pemilihan segmen tersebut sebagai jalan tengah dari batasan usia pada Undang-Undang No. 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan. Usia tersebut identik dengan usia pelajar dan mahasiswa yang sedang dalam masa pertumbuhan dan pengembangan kreatifitas. Hal ini dinilai tepat bagi visi dan misi gerakan.

Atas dasar permasalahan tersebut, maka sebagai puncak dari pemikiran dan gagasan dalam upaya pengembangan dan pemberdayaan generasi muda Indonesia, A. Fajar Kurniawan secara resmi mendirikan Indoensia Student & Youth Forum (ISYF) atau Forum Pelajar & Pemuda Indonesia sebagai wadah yang lebih komprehensif dan mengakomodir semua pihak. Dalam hal ini posisi KHI, CYEODE dan FWK berada di bawah ISYF. Langkah awal yang dilakukan dan sebagai terobosan melaksanakan Asia Africa Youth Forum 2010 di Bandung yang merupakan forum pertama kali di dunia yang mengumpulkan para pemuda di kawasan Asia Afrika.

Kegiatan lain adalah program-program seperti I support for MDGs, 1billion Hungry Program, MDGs Campaign Program yang bekerjasama dengan FAO dan United National Millennium Campaign (UNMC). ISYF pada tahun ini berusaha merumuskan dan meneguhkan isu apa saja ke depan yang akan menjadi fokus gerakan dan sesuai dengan segmentasinya. Hal lain yang sedang dalam proses pengembangan dan penguatan secara berkelanjutan adalah peningkatan kapasitas kelembagaan baik SDM, jaringan dan finansial.

2011 / Memperkuat Kemitraan dan Menwujudkan Profesionalisme

ISYF pada tahun ini telah menetapkan berbagai isu dan programnya, penguatan sumber daya manusia dalam berbagai bidang dan perluasan jaringan, meskipun dua hal terakhir masih terus berkelanjutan. Pada bulan Juli 2011, ISYF bersama badan-badan otonomnya melaksanakan Forum Pelajar Indonesia III secara monumental, karena berhasil mengkolaborasikan beragam kegiatan untuk pelajar dengan mempertemukan pelajar dengan pelajar se-Indoensia, pelajar dengan lembaga eksekutif, legistaif dan yudikatif, pelajar dengan korporasi, pelajar dengan media, pelajar dengan masyarakat sipil dan pelajar dengan pihak-pihak lainnya.

Ke depan ISYF diharapkan menjadi wadah yang melahirkan para generasi muda professional dengan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang mampu berkompetisi ditingkat nasional dan internasional.



© 2011 - 2012 Indonesian Student and Youth Forum - all rights reserved
designed by focus website design